Waaaah! Haloha, semoga berniat dan suka membaca fic ini ya.. ^o^
~^o^~) (~^w^~) (~^0^~
Di malam yang sejuk di mana ada bintang dan bulan yang bersinar indah diatas langit yang gelap itu, sebuah pemandangan yang dapat membuat penghuni bumi berdecak kagum melihatnya. Oke, mari kita liat kedalam dorm Super Junior (SuJu) yang tentu saja berisikan orang-orang yang berisik itu. *dihajar ELF*
Yuk mariii~ *author dilempar*
[Dorm SuJu] pkl: 07.00
Malam ini semua member Super Junior tidak ada jadwal jadi semuanya bisa bersantai ria di dorm tercinta(?).
"Hyung, sepertinya kita kehabisan bahan makan malam deh. Bisa temenin aku beli gk? Sekalian beli keperluan dorm dan beberapa cemilan yang kebetulan juga sedang habis." Kata Ryeowook panjang kali lebar sama dengan luas(?).
"Wookie! Aku ikut!" seru Yesung yang sedang duduk dilantai menonton TV itu dengan semangat.
"Aku dan Minnie hyung juga mau ikut." Kata Kyuhyun sambil angkat tangan.
"Ehh, Kyu kok aku juga ikut?" Tanya Sungmin heran. Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan memelas yang sukses membuat author jadi mules. "Yaudah deh." Nyerah Sungmin. "Wookie-ah, hyung juga boleh ikut?" Tanya Leeteuk sambil menatap Ryeowook. "Tentu saja hyung." Ryeowook tersenyum manis.
"Kibum-ah juga boleh ikut kan? Daripada dia terus-terusan di dorm dan duduk diam gak ada kerjaan." Leeteuk menoleh kearah Kibum, Kibum hanya tersenyum yang sukses membuat author lemas seketika. "Tentu dong! Kan asyik kalau rame-rame. Gak ada yang mau ikut lagi kan?"
Setelah memastikan tidak ada orang yang mau ikut lagi Ryeowook, Yesung, Leeteuk, Sungmin, Kibum, dan Kyuhyun pun berpamitan dan berangkat ke mini market yang lumayan jauh dari dorm. Mereka lebih memilih menempuh dengan jalan kaki karena udara sangatlah sejuk. Dan tentu saja mereka menyamar agar dapat menghindar dari kerumunan para ELF. Saat mereka sedang berjalan dijalan yang bisa dibilang sangat sepi karena tak ada orang yang lewat dijalan itu, mungkin karena jalan itu tidak ada pertokoan yang dibangun. Dan tiba-tiba…
"Hey kalian! Cepat serahkan dompet dan barang-barang kalian! Atau kutusuk kalian!" ancam sang penjahat itu. Ya, mereka kini sedang ditodong dan lebih parahnya lagi si penjahat ada 3orang salah satu dari mereka yang diketahui ketua dari mereka bertiga membawa pisau yang lumayan besar dan kini sedang mengarah keleher Kyuhyun yang sedang ada dalam rangkulan si ketua penjahat, mereka berlima pun kaget karena tidak menyadari bahwa Kyuhyun dalam bahaya. Kita sebut saja laki-laki A untuk sang ketua, laki-laki B dan laki-laki C.
"Lepaskan dia!" seru Sungmin agak marah. "Wah, wah! Suaramu kelihatannya lemah lembut, tapi berteriak begitu. Tidak akan mempan, manis." Ucap si B sambil menyolek dagu Sungmin. Meskipun Sungmin menyamar, tetapi tetap saja aura aegyonya itu tidak pernah memudar.
"WOI! Apa yang kau-akhh!" pekik Kyuhyun saat pisau itu sedikit menggores kulitnya.
"HEY! Apa yang kau lakukan pada dongsaengku, cepat lepaskan dia!" kini Leeteuklah yang semakin kesal. Wahhhh, aura laki-lakinya Teukkie oppa muncul tuh! Kerennnnn!*ditampol panci*
"Wah, ternyata kau laki-laki ya? Kukira kau perempuan." Ujar si C yang sedari tadi diam itu.
"Kau! Jangan ganggu mereka!" Yesung sudah kehilangan kesabarannya. "Yesung hyung, tenanglah. Maaf, tapi kami ingin membeli makan malam kami. Jika kami berikan, kami bisa kelaparan." Ucap Kibum bijaksana. "Heh, lebih baik kalian yang kelaparan daripada kami yang kelaparan!" seru si A yang sedang menodong Kyuhyun. Kyuhyun semakin meringis kesakitan karena pisaunya semakin menggores kulitnya.
Sungmin POV
ARRRGGGGHH! Bagaimana ini? Kyuhyun semakin kesakitan dan hyung serta dongsaengnya pun semakin cemas, aku harus menolongnya.
"HYYAAA!" seruku sambil melayangkan tendangan kearah pisau itu dan sukses membuat pisau itu terlempar cukup jauh. Lalu kembali kulayangkan tendanganku ke perut si A yang sedang menahan Kyu itu, lalu kutendang lagi kearah perut si B yang ada disamping si A dengan kaki kiriku. Ah! Wookie! Dia diserang si C, Yesung hyung juga sedang membantu Wookie tapi aku berlari kearah mereka bukan untuk membantu menghajar si C, tp di belakang Yesung hyung ada si A yang siap memukulnya.
"BRUAAAKKH!" yup! Tendangan andalanku tepat mengenai pinggang kanan si A dan si pun terlempar aagak keras kearah kiri. Aku memang hebat! Wahahahaha!
Lalu aku meghampiri si A dan terus menghajarnya, namun aku sedikit lelet menyadari serangannya dan pukulannya tepat mengenai rahang kiriku. Aisssh! Sakit sekali!
"BUKKKH!" Kyu datang dari belakangku dan menghajar si A, kulihat dibelakang Kibum dan Leeteuk hyung sedang dihajar bertubi-tubi. Kuhampiri si B yang tangah asyik menghajar Kibum dan Leeteuk hyung yang mulai lemas itu. Tubuh si B lumayan besar, tapi aku sudah pernah melawan orang yang berbadan besar seperti si B.
"BUAAKHH!" kutendang punggung si B lalu menghajarnya dengan jurus ayam jago andalanku(?) dengan posisi aku menduduki perutnya yang sedang terlentang. Sepertinya dia mulai tidak sadarkan diri. "Minnie hyung! Tolong kami!" Wookie berteriak. Aku segera menoleh dan mendapatinya tengah menghindar dari serangan si C, ah! Aku baru sadar bahwa Yesung hyung sudah lemas, terlihat dari cara duduknya dan wajahnya yang agak memar serta matanya yang sayu. Aku segera membantu Wokkie, namun karena aku tidak fokus sehingga tendangan keras si C mengenai perutku dan malangnya lagi satu meter dibelakangku terdapat tiang dan jadi lah punggungku menhantam tiang itu dengan cukup keras.
Sebenarnya penyamaran kami sudah runtuh, namun karena disana lumayan gelap maka penjahat itu tidak dapat mengenali kami. "Hyung!" aku tersadar dan segera bangkit lalu segera melawan si C, dia melemparkan kepalan tangannya kearahku namun dapat aku tangkat dan kupelintir hingga kepunggungnya lalu lepas dia dan langsung kupukul perutnya keras dan memutar tubuhku dan kusiku wajahnya dengan keras. Lalu dapat kulihat dia sudah tertidur dilantai, mungkin kesadarannya mulai menghilang namun tak sepenuhnya pingsan.
Aku lari kearah Kyu yang masih berusaha melawan si A, kutendang pinggang kirinya lalu kembali memukul rahangnya, namun ia bisa melawanku. Si A menendang perutku dan aku terjatuh dilantai, punggung sakit sekali karena hantaman pada tiang ditambah lagi dengan hantaman dilantai. Kyu masih berdiri terbengong melihat kearahku, haduuuhhh nih anak ketularan pabbonya Yesung hyung ya? *ditimpuk galon*
Aku mulai berdiri lalu menendang kepalanya ohh mungkin lebih tepatnya sekitar pelipis sampai pipi kirinya bertubi-tubi khas taekwondo, aku memutar tubuh sambil menendang pelipisnya lagi namun tak begitu keras karena aku tidak ingin membuatnya terluka, aku hanya ingin membuat mereka tidak sadarkan diri *apa bedanya?*. Kulakukan itu berkali-kali hingga dia berkata, "Ayo! Cepat pergi dari sini!" serunya yang sudah mulai oleng ke si B dan si C.
Aku mendesah lega dan melihat hyung serta dongsaengku yang terduduk lemas. Kyu juga terduduk dan memandangku dengan tatapan sayu. Aku hanya membalas dengan senyuman kecil.
"Semua sudah berakhir hyungdeul dongsaengdeul." Ucapku lirih namun dapat kupastikan mereka bisa mendengarnya. "Kalian masih bisa berjalan hingga mini market?" Tanyaku seraya berdiri. Semuanya mengangguk dan berdiri.
"Ayo kita pergi ke mini market, mereka pasti sudah kelaparan menunggu kita." Kata Leeteuk yang dibopong oleh Kibum. Lalu kami semua pun berjalan ke mini market.
Sungmin POV End
Mereka semua sedang dalam perjalanan pulang ke dorm setelah membeli semua yang diperlukan, tentu saja sudah menyamar lagi. Mereka pulang menaiki taksi karena takut kelamaan bila jalan kaki lagi.
Sesampainya, mereka menaiki lift dan berhenti di dorm 11, mereka pun masuk ke dorm itu dan disambut riuh oleh orang-orang didalamnya. Ternyata member SHINee juga sedang bermain di dorm SuJu. Mereka yang ada di dorm pun tercengang melihat luka-luka yang ada di tubuh keenam orang itu.
"AH! Hyung, kalian kenapa?" Tanya Onew sang leader SHINee. "Hyung, kalian kenapa? Tanya Donghae sambil mengambil obat dan kain basah. "Akkh, pelan-pelan Kangin-ah." Leeteuk meringis kesakitan saat Kangin membersihkan luka disudut bibir Leeteuk. "Maaf, hyung. Aku akan hati-hati."
"Sebenarnya kalian kenapa sih? Kok bisa luka begini?" Tanya Taemin sambil mengobati luka Sungmin. Wah wah wah gimana jadinya tuh aegyo+aegyo= super aegyo, ckckckck. Kyuhyun sedikit kesal dengan Taemin yang seenak jidatnya aja pegang-pegang pipi chubbynya Sungmin. "Tadi saat kami dalam perjalanan ke mini market, tiba-tiba ada tiga laki-laki menodong kami dan meminta uang. Karena kami tak memberikan uangnya maka kami pun bertempur habis-habisan, melawan dengan susah payah sehingga terjadi pertumpahan darah. Membela rakyat dan bertempur demi rakyat untuk rakyat oleh rakyat, maka kita terus berjuang! BERJUANG!" seru Sungmin yang mulai gak waras. *dihajar beruntun*
"Hyung, kayaknya tadi kita gak kayak gitu deh." Ucaqp Kyuhyun bingung. "iya, hyung. Minnie hyung berlebihan deh." Kata Ryeowook yang juga bingung. "Bukan berlebihan, Wookie. Tapi LEBAY." Ujar Yesung dengan pabbonya. "Sama aja kaleee!" seru mereka semua.
"Haaah, dasar kalian ini. Begini, tadi kami ditodong oleh tiga orang yang lumayan mengerikan. Tanpa kami sadari ternyata Kyu telah didekap oleh sang ketua dengan pisau dileher Kyu. Lalu terjadilah pertarungan. Untungnya ada Minnie-ah yang pandai taekwondo dan menolong kami. Kalau dia tidak ikut mungkin saja kami sudah tepar dijalanan." Ucap Leeteuk panjang lebar sambil tersenyum manis ke Sungmin.
"Bukan Cuma aku aja kok yang membantu kalian, itu juga hasil usaha kalian sehingga mereka mengalah." Ujar Sungmin yang berusaha membetulkan kata-kata Leeeteuk. "Tapi, ini semua memang berkat bantuanmu kok. Makasih, Minnie." Kata Yesung yang menyetujui perkataan Leeteuk. "Iya, Minnie hyung, kalau Minnie hyung nggak ada mungkin kita sudah babak belur tak sadarkan diri dijalanan. Maaf hyungdeul, Kyu juga mianhae. Kalau aku tidak meminta kalian menemaniku belanja kalian pasti gak akan seperti ini." Terlihat raut sedih dan menyesal diwajah Ryeowook.
"Ini bukan salahmu kok, Wookie. Mungkin ini hanyalah cobaan yang diberikan Tuhan untuk kita." Ujar Kibum sambil tersenyum. "Waaah, Kibum hyung belajar khothbah dengan Siwon hyung ya?" Tanya Kyuhyun dengan nada jahil. Siwon hanya manyun-manyun gaje karena ucapan Kyuhyun yang menyinggung perasaannya.*lebay*
"Wookie-ah masih bisa memasak? Sudah hamper jam 8 loh." Kata Leeteuk sambil melirik kearah jam. "Busa kok hyung, kan lukaku tidak begitu banyak. Jadi aku masih sanggup." Ryeowook pun segera berdiri dan bergegas ke dapur. "Wookie, jangan terlalu memaksakan diri. Aku akan membantumu." Sungmin pun menemani Ryeowook. "Aku juga membantu ya, kalian tidak boleh telalu lelah." Kini Key sang umma dari SHINee telah datang TERENG DENG DENGGGG! *ditaplok pake sendok*
~ Di meja makan~
"Selamat makannnnn~" seru Shindong senang.
"MINNIE! YOU'RE OUR HERO! Terima kasih!" seru mereka semua kecuali Sungmin yang masih lola.*ditabok Kyu*
"Mak- maksud kalian apa? Kenapa kalian bilang terimakasih? Kenapa kalian bilang aku hero kalian? Aku nggak mengerti." Ujar Sungmin yang masih bingung "Terimakasih karena Minnie-ah telah menyelamatkan kami." Ucap Leeteuk dengan angel smilenya. "Ah, hyung, kan sudah kubilang aku tak membantu terlalu banyak. Lalu yang lain yang nggak ikut ke mini market kenapa bilang terima kasih juga?" masih bertahan dengan lolanya, ckckckck. =``=
"Terima kasih karena hyung sudah mau memasak makanan untuk member kami yang Cuma numpang makan ini, padahal untuk jatah makan 13 orang saja sudah sangat kewalahan." Ucap Onew. "Gomawo, hyung." Seru Key, Jonghyun, Taemin, dan Minho. "Hm? Kalian kan juga ada membantuku, membantu mengobati luka kami dan juga membantu memasak juga." Sungmin tersenyum manis.
"Hyung, terima kasih karna sudah melindungi Hyungdeul dan dongsaengdeul." Kata Donghae sambil tersenyum sangat ramah. "Iya, hyung. Siapa sih yang berani mengganggu kalian? Kalau ketemu akan ku beri pelajaran!" seru Eunhyuk dengan geram. "Waaaah, beneran mau kasih pelajaran ke orang jahat itu?" Tanya si fishy *plakk* maksudnya Donghae dengan mata berbinar-binar. "Tentu! Akan kuajari mereka 1+1 lalu mengajari mereka aljabar, lalu mengajari cara menhitung luas segitiga, lalu-"
"Cukup!" potong Donghae, "Aku kirain mau menghajar mereka. Dasar." Lanjutnya.
Dan terdengarlah canda tawa hangat dari dorm SuJu yang sangat ramai itu. Sebuah keluarga yang hangat. Keluarga yang berawal dari sebuah persahabatan dan kasih sayang.
'Terima kasih hyungdeul donsaengdeul. Aku akan selalu melindungi kalian, karena kalian semua sudah kuanggap sebagai keluargaku yang berharga.' Sungmin tersenyum ramah kepada hyung dan dongsaengnya yang berharga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar